Senin, 09 November 2015

Filled Under:

DOUBLE PAJAK untuk pria tampan, Hontouuu desukaa?

Pajak
         
                                                                        ( Fujisan, Japan)

           Haaaaiii. Konbanwa. Ogenki desuka ?. Genki ?. Aaa yokatta ne.  :D. Berjumpa lagi dengan kami, kelas pajak C. Hari ini kami akan membahas seputar keunikan pengenaan pajak. Penasaran ? Check this out !.

          Mungkin istilah negeri matahari terbit sudah tidak asing lagi ditelinga kita, termasuk orang awam. Ya, Jepang, negara yang menyandang predikat tersebut.
        
          Tanpa disangka-sangka negara yang terkenal dengan kemajuan teknologinya tersebut memiliki keunikan dalam pengenaan pajak, meskipun masih dalam ranah perencanaan. Mungkin berita ini sudah sangat lama dan sudah banyak blog yang membahasnya, tapi mari kita ulas lagi.:D

           Krisis ekonomi pada saat itu serta rendahnya angka kelahiran yang tak sebading dengan populasi orang usia lanjut, membuat para 'taxer' di negeri sakura ini berusaha memikirkan berbagai solusi guna mengatasi masalah tersebut. Yang paling unik adalah solusi dari Morinaga. Takuro Morinaga, profesor ekonomi Jepang di Dokkyo Universitas Saitama, mengusulkan solusi unik untuk mengatasi masalah keuangan negara, yaitu dengan menarik pajak dari para pria tampan.

                                                                     ( Takuro Morinaga  )

          Pasalnya, menurut Morinaga, anak muda dewasa ini sering mengalami kesenjangan cinta. Kesenjangan ini merupakan salah satu pemicu menurunnya tingkat kelahiran bayi di Jepang , selain kesenjangan kekayaan. Adanya kesenjangan ini akan mengakibatkan rendahnya angka kelahiran.

          Selain itu, Morinaga juga mengusulkan pengurangan pengenaan pajak pada para pria yang kurang tampan dengan harapan dapat mencari wanita, menikah , dan memiliki anak. Menurut Morinaga, dengan adanya hal ini, maka prekonomian negara akan lebih baik dalam satu tahun.

          Lantas, bagaimanakah sistem pengenaannya ? . Kepada pria tampan, akan dikenakan penggandaan pajak, sedangkan kepada pria kurang tampan, akan diberikan penurunan pajak sekitar 10-20%. Dalam hal ini, penentuan tampan atau tidaknya disepakati Morinaga dengan cara membentuk sebuah panel yang tak lain terdiri dari para wanita. Wanita tersebut dipilih secara acak. Merekalah yang menentukan kadar ketampanan para pria di Jepang.

         Mungkin usulan ini terlihat subyektif. Tetapi, warga Jepang terutama Menteri Ekonomi menganggapnya sebagai hal yang serius dan berharap akan membantu mengurangi krisis ekonomi di Jepang saat ini. Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya ,hahaha. (アイニ "ND" )

Kelas Pajak C

Author & Editor

Kami kelas pajak c yang diakui paling kompak. Setidaknya kata kami sendiri.

0 komentar:

Posting Komentar

 

POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN 2015

  • Copyright © PAJAK-C BDK MEDAN 2015 2015
    Distributed By My Blogger Themes | Designed By Templateism